Pengaruh Peningkatan Kontras Citra terhadap Akurasi Model Deep Learning dalam Pengenalan Ekspresi Wajah
DOI:
https://doi.org/10.55338/justikpen.v5i1.331Keywords:
Peningkatan Kontras Citra, Deep Learning, Pengenalan Ekspresi Wajah, Histogram Equalization, VGG-FaceAbstract
Dalam sistem pengenalan ekspresi wajah berbasis deep learning, kualitas citra input memegang peran krusial dalam memengaruhi akurasi klasifikasi. Citra dengan kontras rendah atau distribusi intensitas yang tidak merata dapat mengurangi performa model dalam mengenali fitur-fitur penting pada wajah. Oleh karena itu, diperlukan eksplorasi terhadap teknik peningkatan kontras seperti histogram equalization untuk mengetahui sejauh mana pengaruhnya terhadap hasil klasifikasi ekspresi wajah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peningkatan kontras citra terhadap akurasi model deep learning, khususnya model CNN berbasis arsitektur VGG-Face, dalam mengenali ekspresi wajah manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Dataset yang digunakan adalah FER-2013 yang terdiri dari enam kategori ekspresi wajah. Citra-citra dibagi dalam dua kelompok: citra asli (tanpa peningkatan kontras) dan citra yang telah melalui proses peningkatan kontras menggunakan histogram equalization. Kedua kelompok citra dilatih menggunakan model VGG-Face yang dimodifikasi pada lapisan akhir untuk klasifikasi ekspresi. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik akurasi, F1-score, dan confusion matrix. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa citra yang telah melalui proses peningkatan kontras menghasilkan akurasi sebesar 86.3%, meningkat sebesar 3.7% dibandingkan dengan citra tanpa peningkatan kontras yang hanya mencapai akurasi 82.6%. Selain itu, terjadi peningkatan F1-score pada kategori ekspresi netral dan marah yang sebelumnya memiliki tingkat kesalahan klasifikasi tertinggi. Analisis visual menunjukkan bahwa fitur wajah seperti garis senyum dan kerutan menjadi lebih terdefinisi setelah peningkatan kontras, sehingga mempermudah proses klasifikasi oleh model.
References
I. A. Mukhtarom, “Analisis pengenalan ekspresi wajah manusia menggunakan HOG, landmark point, dan SVM,” in Politeknik Negeri Bandung. Digilib POLBAN, 2019.
M. Liu, S. Shan, and X. Chen, AU-aware Deep Networks for Facial Expression Recognition. IEEE FG Conference, 2018.
P. Tanjung, “Classification of Facial Expressions using SVM and HOG,” Journal of Informatics and Telecommunication Engineering. Academia.edu, 2020.
S. Aulia, “Deteksi Kantuk pada Pengemudi Berdasarkan Penginderaan Wajah Menggunakan PCA dan SVM,” Journal of Intelligent Systems, 2021.
S. K. Eng, H. Ali, A. Y. Cheah, and Y. F. Chong, “Facial expression recognition in JAFFE and KDEF datasets using HOG and SVM,” IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, vol. 705, no. 1, p. 012031, 2019, doi: 10.1088/1757-899X/705/1/012031.
Z. Zhang, P. Luo, C. C. Loy, and X. Tang, Facial Landmark Detection by Deep Multi-task Learning. ECCV, 2016.
M. V. Overbeek, “Histogram of Oriented Gradient untuk Deteksi Ekspresi Wajah Manusia,” Jurnal Teknologi Informasi, vol. 10, no. 2, pp. 81–86, 2018, doi: 10.52972/hoaq.vol10no2.p81-86.
P. R. Saptaningtias, Implementasi Kombinasi Fitur Geometris, LBP, dan HOG untuk Ekstraksi Fitur dengan Model Klasifikasi SVM pada Pengenalan Ekspresi Wajah. Universitas Jember Repository. UNEJ Repository, 2024.
E. Renaldo and W. Widhiarso, “Klasifikasi Ekspresi Wajah dengan Algoritma Support Vector Machine,” MDP Student Conference. MDP Journal, 2023.
I. Santoso, “Pengenalan Ekspresi Wajah Menggunakan Tapis Gabor 2-D dan SVM,” TRANSIENT Journal, 2020.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






