Digitalisasi Sistem Akuntansi Pemerintah dan Dampaknya Terhadap Kualitas Pelaporan Keuangan
indonesia
Keywords:
Pemerintahan Digital, Sistem Akuntansi, Transparansi, Akuntabilitas, Kualitas Pelaporan KeuanganAbstract
Digitalisasi sistem akuntansi pemerintahan merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) dan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) terhadap kualitas pelaporan keuangan pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur terhadap berbagai sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi sistem akuntansi melalui penerapan SAKTI dan SPAN secara signifikan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan pemerintah, yang ditandai dengan penurunan tingkat human error hingga 65%, percepatan siklus pelaporan dari rata-rata 52 hari menjadi 21 hari, serta peningkatan transparansi melalui pengurangan asimetri informasi. Temuan ini sejalan dengan Technology Acceptance Model (TAM), Kerangka Technology–Organization–Environment (TOE), dan Resource-Based View (RBV) yang menekankan pentingnya integrasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan infrastruktur organisasi. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya tantangan berupa kesenjangan digital dan keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan strategi investasi teknologi yang berimbang serta pembelajaran berkelanjutan agar digitalisasi sistem akuntansi pemerintahan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan publik
References
R. Sari and M. Muslim, “Accountability and transparency in public sector accounting: A systematic review,” Amkop Management Accounting Review, vol. 3, no. 2, pp. 90–106, Dec. 2023, doi: 10.37531/amar.v3i2.1440.
A. Alassuli, N. S. Thuneibat, A. Eltweri, K. Al-Hajaya, and K. Alghraibeh, “The impact of accounting digital transformation on financial transparency: Mediating role of good governance,” Journal of Risk and Financial Management, vol. 18, no. 5, pp. 1–18, May 2025, doi: 10.3390/jrfm18050272.
L. N. E. P. A. Tarigan, “Standar akuntansi pemerintahan dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah,” Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik, vol. 12, no. 2, pp. 7–19, 2023, doi: 10.24036/jh.v11i2.2893.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2011.
F. K. Kusumawardhani et al., “The impact of digitalization in accounting systems on information quality, cost reduction and decision making: Evidence from SMEs,” International Journal of Data and Network Science, vol. 8, no. 2, pp. 1111–1116, 2024, doi: 10.5267/j.ijdns.2023.11.023.
A. Hamdy, A. Diab, and A. M. Eissa, “Digital transformation and the quality of accounting information systems in the public sector: Evidence from developing countries,” International Journal of Financial Studies, vol. 13, no. 1, pp. 19–22, 2025, doi: 10.3390/ijfs13010030.
A. Suradi, “A theoretical extension of the technology–organization–environment (TOE) framework in e-government: A systematic literature review,” Journal of Computer Science and Technology, vol. 5, no. 1, pp. 29–36, 2025, doi: 10.54840/jcstech.v5i1.361.
T. Atobishi and H. Mansur, “Bridging digital divides: Validating government ICT investments accelerating sustainable development goals,” Sustainability, vol. 17, no. 5, pp. 1–12, 2025, doi: 10.3390/su17052191
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




